Metode Ilmiah dalam Mempelajari Biologi

Metode Ilmiah

Dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu biologi digunakan metode ilmiah. Oleh karena itu, para biolog harus mampu melakukan kerja ilmiah dalam menyelesaikan masalah atau mencari jawaban permasalahan- permasalahan yang dihadapi dalam penelitiannya. Selain itu, biolog juga harus mampu bersikap ilmiah.

Kerja Ilmiah

Dalam mempelajari biologi kita menggunakan metode ilmiah, yaitu serangkaian kegiatan atau tahapan tertentu yang dilakukan secara sistematis. Tahapan dalam metode ilmiah adalah menemukan permasalahan, mengajukan hipotesis, melakukan percobaan untuk menguji hipotesis, menarik kesimpulan, dan membuat laporan percobaan.

Definisi masalah adalah adanya kesenjangan antara hal yang seharusnya dan kenyataan yang terjadi. Contohnya adalah apabila sebatang tanaman berbunga, maka umumnya setelah itu akan berbuah. Tetapi mungkin pada kenyataannya kalian akan menemukan sebatang tanaman yang berbunga lebat tetapi setelah itu tidak membentuk buah. Hal tersebut bisa menjadi permasalahan ilmiah, yaitu mengapa tanaman yang berbunga lebat tidak bisa membentuk buah? Tentu saja, tidak semua masalah layak untuk diteliti. Coba kalian pikirkan masalah yang bagaimana yang layak diangkat sebagai permasalahan penelitian. Untuk menjawab permasalahan kalian dapat mengajukan jawaban sementara atau dugaan yang disebut hipotesis. Misalnya, tanaman tersebut tidak dapat berbuah karena setelah berbunga tidak terjadi penyerbukan karena hewan-hewan polinator seperti lebah dan kupu-kupu tidak dijumpai di daerah tersebut. Untuk dapat menentukan sebuah hipotesis diperlukan pengetahuan yang relevan, yang bisa diperoleh dari membaca buku atau hasil penelitian yang pernah ada sebelumnya. Inilah perlunya melakukan studi pustaka.

Untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan ilmiah yang diajukan, maka hipotesis atau jawaban sementara harus diuji, yaitu melalui percobaan. Di dalam percobaan diperlukan sebuah metode, yaitu pemaparan mengenai hal-hal apa yang akan dikerjakan beserta alat dan bahan serta langkah-langkahnya. Contohnya adalah dengan mendatangkan lebah atau kupu-kupu untuk membantu penyerbukan bunga-bunga tersebut. Dalam percobaan diamati apakah benar setelah didatangkan lebah dan kupu-kupu kemudian terjadi penyerbukan dan terbentuk buah. Hal-hal yang kita temukan dan terjadi di dalam percobaan merupa kan hasil penelitian. Data-data hasil percobaan tersebut, baik kualitatif maupun kuantitatif, kemudian dianalisis dengan teknik tertentu untuk dibahas dengan teliti apakah hipotesis yang kita ajukan terbukti atau tidak. Setelah itu ditarik kesimpulan yang merupakan intisari hasil dan pembahasan dikaitkan dengan permasalahan ilmiah. Misalnya, setelah didatangkan lebah dan kupu-kupu ternyata tanaman tersebut dapat membentuk buah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman berbunga lebat tersebut tidak dapat membentuk buah karena di lingku ngannya tidak ada hewan-hewan polinator.

Bisa jadi dari hasil penelitian tersebut belum diketahui apakah hewan yang melakukan penyerbukan tersebut adalah lebah atau kupukupu, sehingga setelah disimpulkan bisa diajukan saran atau rekomendasi agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hewan manakah yang berperan sebagai polinator. Ini berarti bahwa sebuah penelitian bisa menimbulkan permasalahan ilmiah bagi penelitian lain atau penelitian lanjutannya. Setelah menemukan jawaban suatu permasalahan melalui serangkaian tahapan ilmiah, maka untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tersebut, sebuah laporan ilmiah harus ditulis. Di dalam penulisannya, laporan ilmiah harus menggunaan bahasa yang ilmiah dan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penulisannya juga harus sistematis. Sistematika penulisan ilmiah secara umum adalah sebagai berikut.

Sikap Ilmiah

Selain menguasai metode ilmiah, para biolog juga diharapkan mampu memiliki sikap ilmiah. Sikap ilmiah ini merupakan salah satu akhlak dalam menjalankan penyelidikan atau penelitian ilmiah. Sikap ilmiah tersebut meliputi kemampuan membedakan fakta dan opini, sikap berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan ber argumentasi, kemampuan mengembangkan rasa ingin tahu, kepe- dulian terhadap lingkungan, kemampuan berpendapat secara ilmiah dan kritis, serta keberanian mengusulkan suatu pemecahan masalah dan bertanggung jawab terhadap usulannya.

Melalui sikap ilmiah, pada diri seorang biolog akan terbentuk kesadaran bahwa alam ini diperuntukkan bagi semua makhluk hidup. Sehingga, ketika berinteraksi dengan makhluk hidup dan lingkungannya, manusia harus bersikap bijak, yaitu selain memanfaatkan juga harus bisa menjaga kelestariannya.


Jurnal Ilmiah

Untuk mengkomunikasikan hasil penelitiannya, para biolog menerbitkan media publikasi khusus yang disebut jurnal ilmiah. Sebenarnya, berbagai hasil penelitian tersebut dapat pula dimuat di media masa (majalah, koran, dan radio atau televisi). Tetapi, publikasi melalui media-media tersebut sifatnya tidak ilmiah karena dibaca oleh khalayak umum dan sifatnya hanya sekedar berita. Oleh karena itu, para biolog (dan ilmuwan pada umumnya) menerbitkan media khusus tersebut.

Melalui jurnal, para biolog dapat saling bertukar gagasan atau berbagi hasil penelitian, serta bekerjasama melanjutkan penelitian yang sudah pernah dilakukan. Jurnal juga merupakan media apresiasi atas kekayaan intelektual seorang biolog, sehingga apabila hasil penelitian di sebuah jurnal akan dikutip oleh peneliti lain, maka nama penulis tersebut harus dicantumkan sebagai sitasi dan publikasinya dituliskan dalam daftar pustaka. Berbagai cabang biologi menerbitkan jurnaljurnal terntentu. Contohnya adalah Jurnal of Bryology yang diterbitkan oleh British Bryological Society.

Telisik

Cobalah kalian cari contoh jurnal biologi. Kalian bisa mendapatkannya melalui internet. Perhatikan sistematika penulisan jurnal tersebut. Tandailah bagian mana yang merupakan intisari, pendahuluan, tinjauan pustaka, bahan dan metode penelitian, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran.


Tahapan Metode Ilmiah


Menemukan Permasalahan Ilmiah - Metode Ilmiah

Menemukan Permasalahan Ilmiah

Tanaman ini daunnnya sangat lebat dan sering berbunga. Tetapi mengapa tidak pernah berbuah?


Menyusun Kerangka Akhir - Metode Ilmiah

Menyusun Kerangka Akhir

Berbagai informasi yang saya peroleh dari membaca ternyata untuk membentuk buah, bunga-bunga tersebut harus mengalami penyerbukan.


Menemukan Hipotesis - Metode Ilmiah

Menemukan Hipotesis

Besar kemungkinan bunga-bunga tersebut tidak pernah membentuk buah karena tidak ada hewan-hewan polinator di sini.


Melakukan Percobaan - Metode Ilmiah

Melakukan Percobaan

Aku akan membuktikan dugaanku bahwa hewan-hewan polinator ini dapat membantu bunga-bunga ini mengalami penyerbukan sehingga membentuk buah.


Menarik Kesimpulan - Metode Ilmiah

Menarik Kesimpulan

Sekarang aku tidak akan mengganggu lebah dan kupu-kupu lagi karena mereka berperan penting dalam pembentukan buah. Syukurlah, dugaan saya benar. Ternyata tanaman tersebut tidak pernah berbuah karena tidak ada hewan polinator yang membantu penyerbukannya. Tetapi, siapa ya yang sebenarnya membantu penyerbukan bunga tanaman tersebut, lebah atau kupu-kupu?


Membuat Laporan Setelah Melakukan Percobaan Ilmiah


A. Bagian Pengantar

Halaman judul
Kata pengantar
Daftar isi
Daftar tabel
Daftar gambar
Intisari atau Abstrak

B. Bagian Isi Pokok

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Dasar Teori
B. Hipotesis

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN
A. Alat dan Bahan
B. Cara Kerja
C. Analisis Data

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
B. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>